Last Updated:
Supplement Diet Intermitten Fasting dengan Seabuckthorn Juice

Cara Mudah Diet Intermitten Fasting untuk Pemula

Kali ini kita mau bahas tentang diet yang lagi hits, yaitu diet intermittent fasting yang bisa diterapkan oleh pemula.

Selain bisa bantu turunin berat badan, katanya sih diet ini juga bikin metabolisme tubuh makin sehat dan mungkin bisa nambah umur juga, loh.

Yuk, kita kupas tuntas tentang diet intermittent fasting, yang cocok buat yang baru mau belajar diet tanpa ribet dan gak bikin pusing!

Apa Sih Itu Diet Intermittent Fasting?

Jadi gini, diet intermittent fasting tujuannya bukan cuma soal makanan yang kita makan, tapi juga soal kapan kita makan. Intinya, kita gak makan terus-terusan, ada waktunya kita berpuasa makan. Gak perlu khawatir, kita bakal bahas metodenya dengan santai dan gak bikin bingung.

Intermittent Fasting umumnya punya 2 periode waktu, yaitu:

  • Periode berpuasa dari segala bentuk makanan/minuman yang mengandung kalori.
  • Periode makan dan minum secara normal.

Intermittent fasting yang umumnya dilakukan masih boleh minum air mineral atau minuman lainnya yang tidak mengandung kalori seperti kopi, teh, atau rempah-rempah yang tidak ditambah gula atau pemanis selama periode puasa.

Bagaimana Cara Melakukan Diet Intermittent Fasting?

Ada beberapa cara yang bisa kamu pilih kalau mau coba diet ini. Ingat ya, setiap orang punya preferensi yang beda, jadi cek aja mana yang pas buat kamu:

  1. Puasa 12 Jam Sehari

    Ini yang paling gampang nih, karena kamu cuma perlu puasa selama 12 jam dalam sehari. Kira-kira kayak pas bulan puasa Ramadan gitu deh. Waktu puasanya juga cepet dan gak bikin bingung. Tubuh kamu bakal ubah lemak jadi energi, jadi bobot badan bisa turun nih.

  2. Puasa 16 Jam Sehari

    Nah, ini ada yang lebih lama dikit, puasanya 16 jam dan makan cuma dalam 8 jam. Ada yang panggil metode ini 16:8. Gampangnya, kamu puasa makan pagi sampai siang hari. Boleh dicoba kalau metode 12 jam belum berasa hasilnya.

  3. Puasa 2 Hari dalam Seminggu

    Kalau yang ini namanya 5:2. Kamu makan normal selama 5 hari, trus 2 hari sisanya, asupan kalorinya dikurangi. Tapi santai aja, gak banyak koq, cuma sekitar 600 kalori untuk cowok dan 500 kalori buat cewek. Selain bantu turunin berat badan, metode ini juga bisa bikin insulin tubuh jadi lebih sehat.

  4. Puasa Alternatif

    Buat yang suka tantangan, coba metode puasa alternatif. Kamu puasa setiap hari dan cuma boleh makan cemilan sehat atau kalori gak lebih dari 500. Efektif banget buat turunin berat badan dan bikin jantung tetap sehat. Tapi hati-hati ya, metode ini ekstrem banget, jadi konsultasi dulu sama dokter sebelum coba.

  5. Puasa 24 Jam dalam Seminggu

    Metode ini disebut juga "Eat-to-Eat." Kamu puasa makan selama 24 jam, tapi tetap boleh minum teh, air, atau minuman kalori rendah lainnya. Tapi hati-hati, gak semua orang cocok ya, soalnya bisa bikin pusing dan capek.

Ingat, jangan maksa diri kamu buat puasa lebih dari 12 jam kalau gak siap. Konsultasi sama ahli gizi bisa jadi pilihan biar gak salah langkah.

Tips melakukan Intermitten Fasting

  1. Mulailah dari periode berpuasa yang sedikit dulu, dan mulailah jam berpuasanya di periode kamu lebih sedikit aktivitas (e.g. malam hari atau sebelum tidur).
  2. Penuhi asupan makanan saat periode makan dengan yang mengandung karbohidrat kompleks dan mikronutrisi (vitamin, mineral, phytonutrisi) seperti:
    1. Berbagai ragam sayur (sayur bayam, kol, selada, kale, brokoli, tomat, wortel, paprika).
    2. Berbagai ragam buah (buah semangka, apel, melon, pepaya, alpukat, pisang).
    3. Biji-bijian (nasi kongbap, granola, gandum, chia seed)
    4. Karbohidrat kompleks lainnya (nasi merah, nasi shirataki, sorghum, ubi, atau kentang dengan kulit)
  3. Konsumsi air mineral yang banyak (min. 2 liter/hari) agar dapat bantu menurunkan produksi asam lambung berlebih dan rasa craving.

Selain itu, kamu juga perlu ketahui penyakit penyakit apa aja yang ngga disarankan untuk melakukan Intermittent fasting, seperti contoh dibawah ini ya..

  1. Maag, GERD, atau Refluks laringofaring yang gejala nya sedang kambuh atau berat karena akan semakin memperberat gejala saat Periode Berpuasa.
  2. Diare atau BAB Cair >5x dalam 1 hari karena tubuh sedang butuh banyak cairan dan nutrisi dengan cepat.
  3. Malnutrisi atau Underweight karena dikhawatirkan tubuh akan semakin kekurangan asupan nutrisi saat Periode Berpuasa.
  4. Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 yang Berat (harus setiap saat menggunakan obat hormon insulin) karena akan semakin menurunkan kadar gula dalam darah saat periode berpuasa sehingga dapat berakibat lemas atau pingsan.
  5. Tumor/Kanker yang menjalankan kemoterapi rutin karena khawatir akan terjadi pengurangan kandungan nutrisi dalam tubuh dengan cepat (Kecuali Periode Berpuasa-nya tidak terlalu lama, seperti 12-13 Jam saja).
  6. Penyakit-penyakit lainnya yang membutuhkan minum obat secara rutin (tiap 3-6 jam sekali setiap hari), terutama obat yang harus diminum setelah makan.
  7. Penyakit-penyakit lainnya yang sangat membutuhkan pengawasan nutrisi yang ketat oleh dokter.

Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa, kalian bisa juga mengonsumsi multivitamin dan juice buah sayuran segar yang pastinya harus tanpa gula tambahan, seperti produk dari Young Living yaitu NingXia Red dan Seabuckthorn Juice.

Semoga dengan diet metode Intermitten Fasting ini, kamu bisa dapet hasil yang kamu mau. Selalu perhatikan kesehatan dan gak ada salahnya tanya ahli medis sebelum coba metode diet apa pun. Jangan lupa, tetap santai dan enjoy hidup!